Sosok Pemimpin Egois Atau Yang Bisa Kita Sebut Sebagai Balita

Mungkin kita harus tahu hal yang menjadikan kita sulit untuk memahami hati dan pikiran orang lain adalah karena sering kali kita lebih mementingkan ego diri sendiri atau kelompoknya ketimbang orang lain dalam lingkup lebih luas.

Sosok Pemimpin Egois Atau Yang Bisa Kita Sebut Sebagai Balita
Sosok Pemimpin Egois Atau Yang Bisa Kita Sebut Sebagai Balita

Tapi memang tidak bisa dipungkiri seperti itulah cara berfikir kebanyakan orang. Tidak ada didunia ini orang yang benar-benar sengaja ingin menjadi sosok yang egois, tapi sifat ini pada dasarnya adalah bawaan sejak lahir memang pada dasarnya manusia memiliki sifat egois.

Merasa tak percaya? Mari kita buktikan dengan mencoba bermain dengan anak yang usia dua atau tiga tahun. Jika diberikan pilihan atas beberapa mainan tentu mereka akan memilih mainan yang paling bagus diantara semua mainan tersebut dan mementingkan diri mereka sendiri.

Pemimpin Egois, Sosok Yang Idealkah Untuk Memimpin?


Nah sekarang kembali ke topik, ketika anda terlahir sebagai seorang pemimpin lalu anda lebih mementingkan kepentingan diri sendiri atau kelompok lantas bisa saja saya menyebut diri anda balita bukan? Tak ada bedanya anda dengan anak kecil usia dibawah 5 tahun. Barang milik sendiri tidak boleh dipegang orang lain, giliran hak punya orang lain main hantam saja.

Masalah pendapat dari orang disekitar tak pernah didengarkan. Selalu berpegang teguh pada pikiran diri sendiri pikiran orang lain ditolak mentah-mentah tanpa memikirkannya terlebih dahulu.

Satu cara untuk mengatasi agar diri kita tidak menjadi sosok pemimpin yang egois adalah dengan mencoba melihat suatu masalah atau kejadian dari perspektif orang lain. Sebagai seorang pemimpin jangan pernah memiliki sikap yang angkuh dan sombong.

Jika diibaratkan sedang bermain catur, saat ini posisimu tengah kritis dan hampir kalah sebelum mengambil langkah, cobalah berdiri dari tempat duduk kemudian berdirilah dibelakang lawan mu maka kamu akan dapat melihat papan catur dari arah sebaliknya. Sekarang kamu bisa melihat apa yang akan terjadi jika kamu melakukan langkah bodoh jika dilihat dari sudut pandang musuh.

Tantangan bagi pegiat bisnis adalah selalu melihat sudut pandang dari pelanggannya. Sedangkan bagi pemimpin adalah ketidakmauan melihat dari sudut pandang bawahannya. 

Sekarang jika kamu tidak ingin dilihat sebagai sosok balita oleh bawahanmu maka cobalah mulai sekarang untuk mengubah pola pikirmu. Perlahan coba pahami orang lain, berikan motivasi dan semangat dan selalu berusaha sebelum mengambil langkah penting melihat segala sesuatu dari berbagai sudut terlebih dahulu. Niscaya predikat kamu yang dulu disebut sebagai pemimpin penuh ego akan perlahan menghilang. Bawahan bahagia pemimpin senang dan organisasi atau bisnis pun menjadi sukses.

Cara Menjadi Pemimpin Efektif Dari Sudut Pandang Wanita

Menjadi sosok pemimpin yang efektif, memiliki karier yang sukses, berhasil dalam memulai bisnis yang baru adalah hal yang cukup sulit untuk dilakukan oleh siapapun apalagi seorang wanita. Sebuah peran yang cukup sulit dijalani oleh wanita jika mereka diberikan peran dijadikan sebagai sosok pemimpin.

Cara Menjadi Pemimpin Efektif Dari Sudut Pandang Wanita
Cara Menjadi Pemimpin Efektif Dari Sudut Pandang Wanita

Tapi bukan hal yang tidak mungkin jika seorang wanita justru akan lebih sukses memimpin suatu organisasi ataupun bisnis dibanding seorang laki-laki. Bisa kita lihat banyak kisah inspiratif diluar sana tentang bagaimana cara menjadi sosok pemimpin efektif yang diceritakan oleh seorang wanita. Berikut ini adalah beberapa hal penting yang perlu dilakukan untuk menjadi pemimpin yang efektif jika dilihat dari sudut pandang wanita antara lain:

Hal Yang Perlu Di Perhatikan Untuk Menjadi Pemimpin Efektif


1. Keluar dari zona nyaman cobalah untuk memulai

Kemajuan teknologi yang begitu pesat dewasa ini memungkinkan para kaum hawa untuk memulai sebuah usaha atau bisnis dengan cara yang tidak pernah mereka pikirkan sebelumnya. Cobalah untuk keluar dari zona nyamanmu percayalah bahwa pada dalam dirimu ada potensi bahwa dirimu punya bakat untuk menjadi sosok pemimpin yang efektif. Sallie Krawcheck CEO dan pendiri Ellevest.

2. Berfikir tanpa batas

Berfikir tanpa batas disini maksudnya berfikirlah dengan bebas karena sebuah inovasi terlahir dari bagaimana cara kita berfikir tentang sesuatu diluar nalar. Zaman sekarang sebuah bisnis jika tidak melakukan inovasi maka lambat laun mereka akan mati.

Jangan khawatir tentang bagaimana kamu dianggap tetapi tetaplah berfokus pada usaha dan langkah apa yang akan kamu lakukan. Sebagai sosok pemimpin yang efektif sudah sepantasnya selalu membuat inovasi dan gebrakan baru pada bidang yang kamu geluti. Sheila Lirio Marcelo CEO dan pendiri Care.com.

3. Selalu memiliki rencana

Hampir mirip dengan poin yang kedua sosok pemimpin yang efektif selalu berinovasi berarti kita perlu selalu memiliki rencana strategis kedepan tentang bagaimana langkah yang harus dilakukan.

Dalam pengembangan bisnis kita harus berfokus pada visi masa depan dan harus bisa memprediksi apa yang akan terjadi 5 tahun kedepan. Contohnya akan seperti apa bisnis ini, berapa banyak pegawai yang akan kerja disini, bagaimana merek yang saya punya dianggap masyarakat. Jenny Bird Desainer dan pendiri Jenny Bird.

4. Cobalah untuk mengatakan tidak

Satu hal yang bisa dipelajari adalah kita merasa tidak mau untuk keluar dari zona nyaman karena takut apa yang akan kita ambil kedepannya tidak sesuai dengan apa yang diekspektasikan. Jika kamu tidak menyukai apa yang akan dilakukan dan hal itu berasal dari sebuah takut, percayalah hal seperti itu akan selalu menghantuimu disetiap pekerjaanmu. Cobalah untuk mengatakan kata 'tidak' percayalah itu justru lebih berarti daripada tetap mencoba bertahan pada zona nyaman. Gina Trapani pendiri Lifehacker.

5. Berani Mengambil risiko

Untuk menjadi sosok pemimpin yang efektif maka kamu dan orang-orang disekelilingmu pun harus memiliki ketekunan dan kemauan dalam mengambil suatu risiko serta berani untuk gagal. Percayalah tidak akan ada satu kesuksesan tanpa ada seribu kegagalan. Arianna Huffington pendiri Huffington Post.

6. Tetap waspada

Di era sekarang dimana laju pertumbuhan teknologi yang sangat pesat maka sudah sepatutnya kamu sebagai seorang pemimpin efektif harus selalu waspada terhadap berbagai permasalahan baik itu dari internal apalagi eksternal. Selain itu tetaplah waspada pada segala perubahan yang ada apa yang anda pikirkan sekarang bukan tiak mungkin hanya dengan 6 bulan kedepan hal itu akan menjadi sesuatu yang sangat kuno, intinya waspada untuk beradaptasi. Caterina Fake Investor dan pendiri Flickr.

Mengapa Pemimpin Demokratis Adalah Sosok Ideal Bagi Para Pengikutnya

Untuk keberlangsungan hidup suatu organisasi atau institusi maka diperlukanlah sosok pemimpin. Pemimpin merupakan motor penggerak, motivator, dan inspirator bagi organisasi yang dipimpinnya. Selain itu seorang pemimpin juga harus mampu menjadi sosok teladan bagi bawahannya.

Mengapa Pemimpin Demokratis Adalah Sosok Ideal Bagi Para Pengikutnya

Kemampuan seorang pemimpin berbeda-beda tergantung dari bagaimana gaya kepemimpinan orang tersebut. Jika berbicara pemimpin dengan gaya apa yang layak dan ideal bagi para bawahannya? mungkin pemimpin yang demokratis bisa jadi jawabannya.

Agar kepemimpinannya menjadi efektif maka sosok pemimpin harus benar-benar paham dan tahu gaya kepemimpinan yang ia miliki. Jika boleh memilih sosok pemimpin harus memiliki gaya kepemimpinan demokratis lagipula bawahannya akan sangat senang jika memiliki pemimpin yang seperti itu. Hal ini dikarenakan gaya kepemimpinan tersebut lebih mengutamakan kepentingan orang banyak terlebih dahulu barulah kepentingan antar individu kemudian.

EDITOR PICK:
3 Kepribadian dalam konsep pemimpin dan kepemimpinan yang menunjukan kamu seorang pemimpin atau tirani

Berikut ini adalah beberapa hal mengapa sosok pemimpin demokratis adalah gaya yang ideal bagi pengikutnya.

1. Akan sangat menghargai pendapat dari orang lain termasuk bawahannya

Siapa sih yang tidak mau jika kamu sebagai bawahan dihargai oleh sang pimpinan? Sosok pemimpin demokratis akan sangat memuliakan bawahannya dengan bijak. Dalam membuat suatu kebijakan mereka akan mendengarkan pendapat dari orang lain terlebih dahulu sebelum menentukan kebijakan tersebut.

2. Mengedepankan kepentingan dan tujuan kelompok barulah pribadi

Sosok pemimpin demokratis tidak akan mengedepankan kepentingan pribadinya diatas kepentingan kelompok. Pemimpin tersebut akan selalu mencoba untuk mengedepankan kepentingan kelompoknya terlebih dahulu. Karena dia tahu maju atau mundurnya organisasi yang dia pegang adalah tanggung jawab bagi dia.

3. Sangat terbuka terhadap saran, pendapat, dan kritik.

Seperti yang dibahas pada poin kesatu pemimpin demokratis sangat senang mendapatkan saran, pendapat, atau bahkan kritik dari orang lain tanpa memandang jabatan atau status dari orang tersebut. Justru hal ini akan lebih memacu dia untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja menjadi jauh lebih baik lagi demi kemajuan kelompoknya.

4. Bijak dalam menyikapi kesalahan yang dilakukan oleh bawahan.

Dalam menyikapi berbagai permasalahan dan kesalahan yang dilakukan oleh bawahan sosok pemimpin demokratis akan selalu menjadi orang yang bijak. Dia tidak serta merta akan memarahi bawahannya tapi lebih memberikan arahan dan motivasi untuk tidak melakukan kesalahan tersebut dilain kesempatan.

5. Kerjasama adalah kunci utama keberhasilan.

Kerjasama merupakan kata yang sudah tertanam diotak seorang pemimpin demokratis untuk mencapai keberhasilan kelompok. Hasil tidak akan bisa dicapai jika dalam organisasi berdiri sendiri-sendiri. Pemimpin seperti ini akan terus memompa semangat dan mengajak bawahannya untuk turut serta dan aktif dalam menyukseskan tujuan dari organisasinya.

3 Kepribadian dalam konsep pemimpin dan kepemimpinan yang menunjukan kamu seorang pemimpin atau tirani

Menjadi seseorang pemimpin yang efektif dan sukses bukanlah bakat setiap orang. Tapi bukan tidak mungkin orang yang tidak memiliki bakat menjadi seorang pemimpin tidak pantas untuk memimpin. Pada dasarnya kepemimpinan itu dapat dilatih kamu hanya perlu meluangkan waktu dan melatih diri untuk bisa membimbing orang-orang disekitarmu.

3 Kepribadian dalam konsep pemimpin dan kepemimpinan yang menunjukan kamu seorang pemimpin atau tirani

Dewasa ini kebanyakan orang melupakan arti kepemimpinan, bagaimanapun itu bukanlah sebuah posisi, bukan sebuah gelar, bukan sebuah lencana, bukan sebuah mahkota, ataupun sebuah tahta yang digunakan untuk menyuruh-nyuruh orang disekitarmu.

Tapi pemimpin itu mungkin bisa lebih diartikan sebagai peluang. Kenapa peluang? Karena saat kamu menjadi seorang pemimpin berarti kamu memiliki suatu kesempatan untuk mengubah sesuatu menjadi lebih baik dan lebih besar dari sebelumnya.

Sebuah masalah umum jika seseorang pemimpin yang pada akhirnya menyalahgunakan kekuasaan mereka. Bukannya menjadi seorang pemimpin yang efektif dan sukses mereka malah akan jadi seorang tirani.

Sebelum kamu menempatkan diri menjadi seorang pemimpin, berikut inilah 3 kepribadian yang harus kamu pahami bahwa kamu akan menjadi pemimpin yang sukses atau seorang tirani.

1. Cobalah terlebih dahulu untuk memahami kemudian baru meminta untuk dipahami.

Seperti yang ada pada kutipana lama yaitu "coba untuk memahami orang lain, kemudian barulah meminta dipahami."

Orang yang memiliki kepribadian seperti ini tentu cenderung akan menjadi seorang pemimpin hebat. Mereka tahu suatu organisasi akan menjadi harmonis apabila setiap orang yang dipimpin merasa didengarkan oleh pemimpinnya.

Organisasi tidak akan menjadi efektif apabila para anggotanya merasa tidak dipahami, diabaikan atau bahkan direndahkan.
Back


2. Bukan orang yang menyalahkan terlebih dahulu baru kemudian bertanggung jawab.

Seorang pemimpin yang hebat sangat tahu bahwa kemampuan memimpin tersebut terlahir dari kemampuan mendengarkan yang sangat baik.

Orang yang lebih memilih untuk mengarahkan jari dan sambil memarahi bawahannya bukanlah seorang pemimpin yang baik dan bijak, dimana pada saat yang sama pemimpin yang bertanggung jawab justru lebih memilih untuk menyalahkan diri mereka.

3. Memerintah orang untuk melakukan apa yang dilakukan seorang pemimpin bukan yang dikatakan seorang pemimpin.

Ini merupakan hal yang paling mencolok bahwa kamu seorang pemimpin atau tirani. Jika kamu adalah seseorang yang secara sadar maupun tidak selalu menyuruh bawahanmu untuk melakukan apa yang dikatakan bukan apa yang pemimpin lakukan maka kamu adalah seorang tirani.

Percayalah orang-orang tidak akan mengikuti pemimpin karena apa yang dikatakan oleh pemimpinnya mereka hanya akan merasa takut terhadap anda.

Pengertian dan Konsep Dasar Dari Kepemimpinan Pendidikan

Pengertian

Sebelum menjelaskan lebih jauh tentang kepemimpinan pendidikan ada baiknya kita mengambil benang merahnya dulu dari kata pendidikan. Pendidikan memiliki definisi yaitu suatu proses pengembangan seorang individu secara keseluruhan yang mencakup berbagai aspek seperti kognisi, afeksi maupun psikomotor sehingga menjadikan individu tersebut sebagai pribadi yang berpengetahuan, berkarakter serta terampil. Sementara Kepemimpinan adalah suatu kegiatan atau aktifitas dimana digunakan untuk mempengaruhi seseorang agar orang tersebut mau berkerja sama sesuai dengan kemampuan orang tersebut dan akan dibimbing untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh mereka.

Pengertian dan Konsep Dasar Dari Kepemimpinan Pendidikan

Sekarang dari dua definis diatas bisa kita tarik bahwa kepemimpinan pendidikan adalah suatu kemampuan dan proses untuk mempengaruhi, membimbing, mengkoordinir, mengkomando, serta menggerakkan orang lain yang memiliki keterkaitan dan hubungan yang sama dalam pengembangan ilmu pendidikan agar pelaksaan pendidikan yang dijalankan menjadi lebih efektif dalam pencapaian tujuan pendidikan dan pengajaran.

EDITOR PICK:
3 Kepribadian dalam konsep pemimpin
Pengertian Kepemimpinan menurut para ahli

Kepemimpinan adalah suatu proses dimana seseorang individu tersebut tidak serta merta memperoleh sekelompok pengikut karena statusnya tapi lebih dari itu dia harus bisa meyakinkan orang-orang yang ada disekitarnya terlebih dahulu untuk menyatukan dan menyamakan persepsi visi dan misi organisasi atau institusi.

Konsep Dasar Kepemimpinan

1. Pada dasarnya kepemimpinan itu murapakan suatu kegiatan atau aktifitas.
2. Konsep kepemimpinan yaitu untuk memepengaruhi dimana kelompok pengikut akan mengikuti, mentaati, melaksanakan apa yang diperintah oleh pemimpinnya.
3. Kepemimpinan dibagi menjadi dua peran yaitu pemimpin dan pengikut.
4. Proses kepemimpinan ditujukan agar bisa mendapatkan suatu hasil.

Asas Kepemimpinan

1. Ketuhanan yang maha esa.
2. Ing ngarsa sung tuladha (suri teladan yang baik)
3. Ing madya mangun karso (memberikan motivasi)
4. Tut wuri handayani (memberi pengaruh baik)
5. Waspada purba wisesa (mengawasi)
6. Ambeg parama arta (mampu memutuskan)
7. Prasaja (sederhana)
8. Setya (loyalitas)
9. Terbuka dan hemat
10 Pewaris

Fungsi dan peranan kepemimpinan dalam berorganisasi

1. Mampu memupuk dan menjaga rasa antar setiap anggota
2. Mampu memberikan dorongan yang positif kepada para anggota
3. Sebagai komando dalam setiap kegiatan
4. Pengambil keputusan setelah dilakukan musyawarah bersama
5. Sumber informasi aktual bagi setiap anggotanya
6. Sebagai penengah jika terjadi konflik antar anggota
7. Mampu menjadi seorang teladan yang baik
8. Mampu berperan dan menjaga identitas organisasi

Ciri-ciri kepemimpinan

1. Percaya diri
2. Memiliki pandangan kedepan
3. Mampu menjelaskan sesuatu yang gampang dimengerti anggota
4. Komitmen tinggi
5. Tanggap terhadap berbagai permasalahan

Pengertian Kepemimpinan menurut para ahli

Kepemimpinan - Berikut adalah berbagai macam pengertian kepemimpinan menurut para ahli antara lain sebagai berikut:

Pengertian Kepemimpinan menurut para ahli


1. George R. Terry (1972:458) "Kepemimpinan adalah aktivitas mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan mencapai tujuan organisasi".

2. Ralph M. Stogdill (1998b:13) "Kepemimpinan adalah suatu proses mempengaruhi kegiatan-kegiatan sekelompok orang yang terorganisasi dalam usaha mereka menetapkan dan mencapai tujuan".

3. Sutarto (1998b:25) "Kepemimpinan adalah rangkaian kegiatan penataan berupa kemampuan mempengaruhi perilaku orang lain dalam situasi tertentu agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan".

EDITOR PICK:
Pengertian dan Konsep Dasar Dari Kepemimpinan Pendidikan
Gaya kepemimpinan Transformasional Yang Terjebak di Persimpangan Antara Angan dan Kenyataan
3 Kepribadian dalam konsep pemimpin

4. Stoner "Kepemimpinan adalah suatu proses mengenai pengarahan dan usaha untuk mempengaruhi kegiatan yang berhubungan dengan anggota kelompok".

5. Hemhiel dan Coons (1957:7) "Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktivitas-aktivitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang akan dicapai bersama (shared goal)".

6. Rauch dan Behling (1984:46) "Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasikan ke arah pencapaian tujuan".

7. Jacobs dan Jacques (1990:281) "Kepemimpinan adalah sebuah proses memberi arti terhadap usaha kolektif, dan mengakibatkan kesediaan untuk melakukan usaha yang diinginkan untuk mencapai sasaran".

8. Wahjosumidjo (1987:11) "Kepemimpinan pada hakikatnya adalah suatu yang melekat pada diri seorang pemimpin yang berupa sifat-sifat tertentu seperti: kepribadian (personality), kemampuan (ability) dan kesanggupan (capability). Kepemimpinan juga sebagai rangkaian kegiatan (activity) pemimpin yang tidak dapat dipisahkan dengan kedudukan (posisi) serta gaya atau perilaku pemimpin itu sendiri. Kepemimpinan adalah proses antar hubungan atau interaksi antara pemimpin, pengikut, dan situasi".

9. Koontz & O’donnel "Kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi sekelompok orang sehingga mau bekerja dengan sungguh-sungguh untuk meraih tujuan kelompoknya".

10. Wexley & Yuki (1977) "kepemimpinan mengandung arti mempengaruhi orang lain untuk lebih berusaha mengarahkan tenaga, dalam tugasnya atau merubah tingkah laku mereka".

11. Georger R. Terry, "kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang untuk bersedia berusaha mencapai tujuan bersama.Pendapat lain, kepemimpinan merupakan suatu proses dengan berbagai cara mempengaruhi orang atau sekelompok orang".

12. Fiedler (1967), "Kepemimpinan pada dasarnya merupakan pola hubungan antara individu-individu yang menggunakan wewenang dan pengaruhnya terhadap kelompok orang agar bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan".

13. John Pfiffner, "kepemimpinan adalah kemampuan mengkoordinasikan dan memotivasi orang-orang dan kelompok untuk mencapai tujuan yang di kehendaki".

14. Davis (1977), "kepemimpinan adalah kemampuan untuk mengajak orang lain mencapai tujuan yang sudah ditentukan dengan penuh semangat".

15. Ott (1996), "kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai proses hubungan antar pribadi yang di dalamnya seseorang mempengaruhi sikap, kepercayaan, dan khususnya perilaku orang lain".

16. Locke et.al. (1991), "kepemimpinan merupakan proses membujuk orang lain untuk mengambil langkah menuju suatu sasaran bersama Dari kelima definisi ini, para ahli ada yang meninjau dari sudut pandang dari pola hubungan, kemampuan mengkoordinasi, memotivasi, kemampuan mengajak, membujuk dan mempengaruhi orang lain".

17. Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) "Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok".

18. Young (dalam Kartono, 2003) "Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus".

19. Moejiono (2002) "kepemimpinan tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin".

20. Ordway Tead (1929) Kepemimpinan sebagai perpaduan perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong pihak lain menyelesaikan tugasnya".

Gaya Kepemimpinan Transformasional Yang Terjebak di Persimpangan Antara Angan dan Kenyataan

Kepemimpinan - Sebagai seorang manusia tentunya kita adalah seorang khalifah dimuka bumi maka dari itu setiap insan di bumi ini memiliki hak untuk menjadi seorang pemimpin dimulai dari tanggung jawab yang kecil seperti memimpin diri sendiri maupun memimpin dengan tanggung jawab yang lebih besar lagi seperti memimpin suatu organisasi atau institusi bahkan negara tentunya atas kepercayaan dan amanah dari orang yang akan dipimpinnya. Dengan menjadi seorang pemimpin maka orang tersebut jelas memiliki kuasa dalam menentukan suatu kebijakan yang mana keputusannya akan sangat mempengaruhi keberlangsungan dan perkembangan organisasi tersebut.

Gaya Kepemimpinan Transformasional Yang Terjebak di Persimpangan Antara Angan dan Kenyataan

Seorang pemimpin sangat diharapkan dapat menjalankan fungsinya sebagaimana adanya sehingga dapat mempermudah segala keperluan dan kepentingan orang-orang yang dipimpinnya sehingga mereka merasa dengan kehadirannya sosok pemimpin ini merupakan solusi yang tepat atas segala permasalahan yang mereka hadapi dalam mencapai tujuan organisasi.

EDITOR PICK:
Pengertian dan Konsep Dasar Dari Kepemimpinan Pendidikan
Pengertian Kepemimpinan menurut para ahli
3 Kepribadian dalam konsep pemimpin dan kepemimpinan

Dalam menjalankan fungsinya seorang pemimpin sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan seorang pemimpin sangat tergantung pada kebutuhan dan situasi yang dihadapi oleh suatu organisasi. Pada era serba individual dan iklim organisasi yang terus berubah seperti saat ini tentu sangat dibutuhkan sosok seorang pemimpin dengan gaya kepemimpinan yang bisa memotivasi anggotanya sehingga dapat membangkitkan kesadaran setiap anggotanya terhadap tujuan, misi dan visi dari organisasinya. Selain itu seorang pemimpin haruslah mampu mengajak anggotanya untuk melihat jauh ke depan dan tidak mengutamakan kepentingan pribadi tapi lebih mengutamakan kepentingan organisasi. Gaya kepemimpinan ini biasanya disebut gaya kepemimpinan transformasional menurut penuturan Bass Avolio (1994).

Kepemimpinan Transformasional

Pemimpin dengan gaya transformasional akan dapat mengarahkan anggotanya untuk menjadikan mereka memiliki moral yang baik, serta mengarahkan anggotanya untuk berkomitmen pada nilai-nilai dari suatu organisasi, saling menghargai, mendorong untuk terus kreatif, dan tentu saja bisa menginspirasi anggotanya untuk mencapai tujuannya (Politis, 2004). Oleh karena itu, sesungguhnya seorang pemimpin harus dapat melihat jauh ke depan meramalkan masa depan suatu organisasi.

Dalam kepemimpinan transformasional terdapat 4 karakteristik utama yaitu antara lain:

1. Memiliki sifat karismatik ideal yang dapat mempengaruhi gaya kepemimpinan sehingga bisa mengkomunikasikan visi organisasi secara baik serta memiliki rasa untuk menghormati anggotanya. 
2. Adanya stimulus intelektual pada seorang pemimpin yang dapat menghasilkan ide-ide brilian serta selalu melibatkan anggotanya untuk memecahkan suatu masalah.
3. Sangat memperhatikan setiap individu dari para anggotanya serta selalu memberikan penghargaan pada setiap usaha yang telah dilakukan oleh anggotanya.
4. Sikap yang selalu memunculkan motivasi dan selalu memberikan inspirasi agar para anggota selalu bersemangat dalam mensukseskan tujuan dari suatu organisasi.

Terjebak dipersimpangan antara angan dan kenyataan

Sesosok pemimpin yang telah dituturkan diatas adalah sosok pemimpin ideal yang menjadi angan bagi setiap orang di masa sekarang. Namun pada nyatanya pemimpin masa kini sangat banyak yang memiliki sifat semena-mena dan tidak bijaksana dimana bukannya memberikan sebuah solusi tapi justru malah menghambat perkembangan organisasinya sendiri. 

Sosok pemimpin lebih condong untuk menghina serta menjatuhkan mental para anggotanya dibanding memiliki rasa untuk memotivasi anggotanya supaya lebih menjadi kreatif, inovatif dan produktif. Hal ini berakibat internal organisasi tersebut terkesan kaku dan mengekang para anggotanya sehingga menimbulkan suasana organisasi yang tidak kondusif dan inovatif. Tapi memang inilah kenyataannya, terlepas dari berbagai hal yang telah dijabarkan diatas tentunya kita masih menyimpan sebuah angan, bahwa kelak dikemudian hari akan muncul sosok pemimpin yang memberikan solusi bagi setiap permasalahan organisasi dengan membawa solusi yang berakhiran tanda titik (.) bukanlah membawa solusi yang berakhiran tanda tanya (?).