3 Kepribadian dalam konsep pemimpin dan kepemimpinan yang menunjukan kamu seorang pemimpin atau tirani

Menjadi seseorang pemimpin yang efektif dan sukses bukanlah bakat setiap orang. Tapi bukan tidak mungkin orang yang tidak memiliki bakat menjadi seorang pemimpin tidak pantas untuk memimpin. Pada dasarnya kepemimpinan itu dapat dilatih kamu hanya perlu meluangkan waktu dan melatih diri untuk bisa membimbing orang-orang disekitarmu.

3 Kepribadian dalam konsep pemimpin dan kepemimpinan yang menunjukan kamu seorang pemimpin atau tirani

Dewasa ini kebanyakan orang melupakan arti kepemimpinan, bagaimanapun itu bukanlah sebuah posisi, bukan sebuah gelar, bukan sebuah lencana, bukan sebuah mahkota, ataupun sebuah tahta yang digunakan untuk menyuruh-nyuruh orang disekitarmu.

Tapi pemimpin itu mungkin bisa lebih diartikan sebagai peluang. Kenapa peluang? Karena saat kamu menjadi seorang pemimpin berarti kamu memiliki suatu kesempatan untuk mengubah sesuatu menjadi lebih baik dan lebih besar dari sebelumnya.

Sebuah masalah umum jika seseorang pemimpin yang pada akhirnya menyalahgunakan kekuasaan mereka. Bukannya menjadi seorang pemimpin yang efektif dan sukses mereka malah akan jadi seorang tirani.

Sebelum kamu menempatkan diri menjadi seorang pemimpin, berikut inilah 3 kepribadian yang harus kamu pahami bahwa kamu akan menjadi pemimpin yang sukses atau seorang tirani.

1. Cobalah terlebih dahulu untuk memahami kemudian baru meminta untuk dipahami.

Seperti yang ada pada kutipana lama yaitu "coba untuk memahami orang lain, kemudian barulah meminta dipahami."

Orang yang memiliki kepribadian seperti ini tentu cenderung akan menjadi seorang pemimpin hebat. Mereka tahu suatu organisasi akan menjadi harmonis apabila setiap orang yang dipimpin merasa didengarkan oleh pemimpinnya.

Organisasi tidak akan menjadi efektif apabila para anggotanya merasa tidak dipahami, diabaikan atau bahkan direndahkan.
Back


2. Bukan orang yang menyalahkan terlebih dahulu baru kemudian bertanggung jawab.

Seorang pemimpin yang hebat sangat tahu bahwa kemampuan memimpin tersebut terlahir dari kemampuan mendengarkan yang sangat baik.

Orang yang lebih memilih untuk mengarahkan jari dan sambil memarahi bawahannya bukanlah seorang pemimpin yang baik dan bijak, dimana pada saat yang sama pemimpin yang bertanggung jawab justru lebih memilih untuk menyalahkan diri mereka.

3. Memerintah orang untuk melakukan apa yang dilakukan seorang pemimpin bukan yang dikatakan seorang pemimpin.

Ini merupakan hal yang paling mencolok bahwa kamu seorang pemimpin atau tirani. Jika kamu adalah seseorang yang secara sadar maupun tidak selalu menyuruh bawahanmu untuk melakukan apa yang dikatakan bukan apa yang pemimpin lakukan maka kamu adalah seorang tirani.

Percayalah orang-orang tidak akan mengikuti pemimpin karena apa yang dikatakan oleh pemimpinnya mereka hanya akan merasa takut terhadap anda.

AD MEDIA INDUSTRY.