Gaya Kepemimpinan Transformasional Yang Terjebak di Persimpangan Antara Angan dan Kenyataan

Kepemimpinan - Sebagai seorang manusia tentunya kita adalah seorang khalifah dimuka bumi maka dari itu setiap insan di bumi ini memiliki hak untuk menjadi seorang pemimpin dimulai dari tanggung jawab yang kecil seperti memimpin diri sendiri maupun memimpin dengan tanggung jawab yang lebih besar lagi seperti memimpin suatu organisasi atau institusi bahkan negara tentunya atas kepercayaan dan amanah dari orang yang akan dipimpinnya. Dengan menjadi seorang pemimpin maka orang tersebut jelas memiliki kuasa dalam menentukan suatu kebijakan yang mana keputusannya akan sangat mempengaruhi keberlangsungan dan perkembangan organisasi tersebut.

Gaya Kepemimpinan Transformasional Yang Terjebak di Persimpangan Antara Angan dan Kenyataan

Seorang pemimpin sangat diharapkan dapat menjalankan fungsinya sebagaimana adanya sehingga dapat mempermudah segala keperluan dan kepentingan orang-orang yang dipimpinnya sehingga mereka merasa dengan kehadirannya sosok pemimpin ini merupakan solusi yang tepat atas segala permasalahan yang mereka hadapi dalam mencapai tujuan organisasi.

EDITOR PICK:
Pengertian dan Konsep Dasar Dari Kepemimpinan Pendidikan
Pengertian Kepemimpinan menurut para ahli
3 Kepribadian dalam konsep pemimpin dan kepemimpinan

Dalam menjalankan fungsinya seorang pemimpin sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan seorang pemimpin sangat tergantung pada kebutuhan dan situasi yang dihadapi oleh suatu organisasi. Pada era serba individual dan iklim organisasi yang terus berubah seperti saat ini tentu sangat dibutuhkan sosok seorang pemimpin dengan gaya kepemimpinan yang bisa memotivasi anggotanya sehingga dapat membangkitkan kesadaran setiap anggotanya terhadap tujuan, misi dan visi dari organisasinya. Selain itu seorang pemimpin haruslah mampu mengajak anggotanya untuk melihat jauh ke depan dan tidak mengutamakan kepentingan pribadi tapi lebih mengutamakan kepentingan organisasi. Gaya kepemimpinan ini biasanya disebut gaya kepemimpinan transformasional menurut penuturan Bass Avolio (1994).

Kepemimpinan Transformasional

Pemimpin dengan gaya transformasional akan dapat mengarahkan anggotanya untuk menjadikan mereka memiliki moral yang baik, serta mengarahkan anggotanya untuk berkomitmen pada nilai-nilai dari suatu organisasi, saling menghargai, mendorong untuk terus kreatif, dan tentu saja bisa menginspirasi anggotanya untuk mencapai tujuannya (Politis, 2004). Oleh karena itu, sesungguhnya seorang pemimpin harus dapat melihat jauh ke depan meramalkan masa depan suatu organisasi.

Dalam kepemimpinan transformasional terdapat 4 karakteristik utama yaitu antara lain:

1. Memiliki sifat karismatik ideal yang dapat mempengaruhi gaya kepemimpinan sehingga bisa mengkomunikasikan visi organisasi secara baik serta memiliki rasa untuk menghormati anggotanya. 
2. Adanya stimulus intelektual pada seorang pemimpin yang dapat menghasilkan ide-ide brilian serta selalu melibatkan anggotanya untuk memecahkan suatu masalah.
3. Sangat memperhatikan setiap individu dari para anggotanya serta selalu memberikan penghargaan pada setiap usaha yang telah dilakukan oleh anggotanya.
4. Sikap yang selalu memunculkan motivasi dan selalu memberikan inspirasi agar para anggota selalu bersemangat dalam mensukseskan tujuan dari suatu organisasi.

Terjebak dipersimpangan antara angan dan kenyataan

Sesosok pemimpin yang telah dituturkan diatas adalah sosok pemimpin ideal yang menjadi angan bagi setiap orang di masa sekarang. Namun pada nyatanya pemimpin masa kini sangat banyak yang memiliki sifat semena-mena dan tidak bijaksana dimana bukannya memberikan sebuah solusi tapi justru malah menghambat perkembangan organisasinya sendiri. 

Sosok pemimpin lebih condong untuk menghina serta menjatuhkan mental para anggotanya dibanding memiliki rasa untuk memotivasi anggotanya supaya lebih menjadi kreatif, inovatif dan produktif. Hal ini berakibat internal organisasi tersebut terkesan kaku dan mengekang para anggotanya sehingga menimbulkan suasana organisasi yang tidak kondusif dan inovatif. Tapi memang inilah kenyataannya, terlepas dari berbagai hal yang telah dijabarkan diatas tentunya kita masih menyimpan sebuah angan, bahwa kelak dikemudian hari akan muncul sosok pemimpin yang memberikan solusi bagi setiap permasalahan organisasi dengan membawa solusi yang berakhiran tanda titik (.) bukanlah membawa solusi yang berakhiran tanda tanya (?).

AD MEDIA INDUSTRY.